Selasa, 12 Maret 2013

Tanda Keimanan Seseorang

Tanda Keimanan Seseorang

Wahai Kaum Muslimina wal Muslimat marilah kita tingkatkan Iman dan Taqwa kita kepada Allah Azza wa Jalla , menolong agama-Nya dan selalu berbuat taat kepada-Nya agar Dia memberikan pertolongan dan pahala-Nya kepada kita. 

Allah Azza wa Jalla berfirman: 

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ 
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. 

[Al-Hajj/22:40-41]

Wahai kaum Muslimin, sesungguhnya iman itu tidak diperoleh hanya dengan berangan-angan, tidak pula dengan berhias secara fisik, akan tetapi iman adalah apa yang terukir dan tertanam di dalam hati. Dan bukti kejujuran iman itu adalah dengan mengerjakan berbagai ketaatan dan menjauhi berbagai maksiat. Setiap orang bisa mengaku seorang Muslim, bahkan lebih dari itu yaitu mengaku Mukmin. Setiap orang bisa mengucapkan asyhadu allâ ilâha illallâh wa asyhadu anna muhammadar rasûlullâh. Orang-orang munafik juga menyebut Allah Azza wa Jalla , padahal mereka berada di neraka yang paling dasar. 


Mereka datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengucapkan, “Kami bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah.” Mereka bersumpah kepada Nabi n dan para Sahabatnya bahwa mereka beriman kepada beliau, padahal sebenarnya mereka tidaklah demikian. Akan tetapi syahadat dan iman mereka tidaklah bermanfaat bagi mereka dan mereka berada di neraka yang paling bawah, di bawah orang-orang Musyrik, Atheis, Yahudi dan Nasrani. Karena syahadat dan iman mereka tidak bersumber dari keyakinan dan keimanan, tidak pula karena sikap menerima dan tunduk. 

Kenikmatan Dunia Bersifat Fana'

Kenikmatan Dunia Bersifat Fana'

Wahai kaum Muslimin, sesungguhnya setiap manusia telah melewati suatu masa, dimana pada waktu itu dia merupakan sesuatu yang belum bisa disebut. Kemudian Allah Azza wa Jalla menciptakan kita, menyempurnakan nikmat-nikmatnya, menghindarkan bencana, dan memberikan kemudahan, serta menjelaskan semua yang bermanfaat dan berbahaya bagi kita. Allah Azza wa Jalla menjelaskan bahwa manusia itu memiliki dua negeri, yaitu negeri yang dilalui dan negeri tempat menetap dan hidup abadi. Negeri yang dilalui adalah alam dunia ini. Negeri yang segala isinya memiliki kekurangan, kecuali yang bisa mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla. 

Sekiranya orang yang berakal mau berpikir sejenak, pasti dia akan mengetahui kadar dan kehinaannya serta tipudayanya. Dunia itu terlihat seperti fatamorgana. Orang yang kehausan mengira itu adalah air, padahal apabila dia mendekatinya, dia tidak akan memperoleh apa-apa. Dunia juga dihiasi dengan berbagai macam kemegahan dan sesuatu yang menggiurkan. 

Allah Hu Jallal berfirman:

إِذَا أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالْأَمْسِ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ 

Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab kami di waktu malam atau siang, lalu kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (kami) kepada orang-orang berfikir. 
[Yûnus/10:24]

Jadi, akhir dunia ini adalah ketiadaan dan kebinasaan. Keindahannya adalah petaka dan penyesalan. Inilah dunia. 

Menangislah Engkau Sebelum Menyesal

Menangislah Engkau Sebelum Menyesal



Pernahkah anda menangis -dalam keadaan sendirian- karena takut siksa Allah Azza wa Jalla ? ketahuilah, sesungguhnya hal itu merupakan jaminan selamat dari neraka. Menangis karena takut kepada Allah Azza wa Jalla akan mendorong hamba untuk selalu istiqâmah di jalan-Nya, sehingga akan menjadi perisai dari api neraka.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ حَتَّى يَعُوْدَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ وَلاَ يَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ

Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah sampai air susu kembali ke dalam teteknya. Dan debu di jalan Allah tidak akan berkumpul dengan asap neraka Jahannam.



MENGAPA HARUS MENANGIS?

Sabtu, 02 Maret 2013

Harta Mu adalah Sumber dari Celaka Mu

Hartamu adalah sumber celakamu


Kehidupan ini adalah ujian bagi manusia. setiap umat diuji dengan cobaan yang sesuai dengan keadaan mereka. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِى الْمَالُ

Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan ujian umatku adalah harta.

Ketika menjelaskan makna hadits ini, Imam al-Mubârakfûri rahimahullah mengatakan, "Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, maksudnya kesesatan dan kemaksiatan; Dan ujian umat ini adalah harta, maksudnya harta menyebabkan kelalaian. Karena harta bisa melalaikan fikiran dari ketaatan dan bisa menyebabkan lupa akhirat."

Selasa, 26 Februari 2013

Baina Kati Faihi 'Alaama

BAINA KATIFAIHI 'ALAAMAH.. BAINA KATIFAIHI 'ALAAMAH..
KHOTAMURRUSLIL KIROM.. KHOTAMURRUSLIL KIROM..

Filmadinah qod hadornaa.. Majma'al qaumil kiroom..
Nalaa kullu maa tamannaa.. 'inda haatiikal khiyaam..
Wabalaghnaa maatholabnaa.. Min mathoolib wamaroom..
Wajtama'naa wattasholnaa.. 'inda sayidinal imaam..
Robbifaj'al muj'tama'naa.. Ghoyatuh chusnul khitaam..
Wa'thinaa maaqod saalnaa.. Min'athooyaa kaljisaam..
Wakrimil arwaa chaminna.. Biliqoo khoiril anaam..
Wablighil mukhtaa ro'annaa.. Min sholatinn wasalaam..

Minggu, 27 Januari 2013

YA ALA BAITIN NABI versi indo New


YA ALA BAITIN NABI New versi indo

wahai keluarga nabi
keluarga pujaan hati
darahmu darah suci
darah musthofa nabi

wahai keluarga nabi
hasan, husein, dan ali
fatimah putrinya nabi
mereka keluarga suci

wahai nabi yang suci
pembimbing umatnya nabi
jasad, ruh, dan hati
berjuang untuk nabi
..:: Perhatian !! terima kasih atas kunjungannya, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya by http://www.koarhan.blogspot.com dan blog ini setiap minggunya akan di update, Attention! thank you for visiting, do not forget to come back again and if you copy / paste please indicate the source by http://www.koarhan.blogspot.com and this blog will be updated every week::..