Selasa, 12 Maret 2013

Pembenaman di Arah Barat dan Timur

Pembenaman di Arah Barat dan Timur

Seperti yang kita ketahui, bahwa di antara Sepuluh Tanda-Tanda Kiamat besar itu ada tiga pembenaman. di timur, di barat, dan di Jazirah Arab. disini yang ingin ku kaji adalah pembenaman di timur dan di barat, sedangkan pembenaman di Jazirah Arab akan di sendirikan kajianya. karena pembenaman di timur dan di barat lah yang memiliki indikasi terjadi di masa almalhamah. sekarang kita lihat dulu pembenaman di timur.

Mengenai pembenaman di timur dan di barat, mungkin dalilnya tidak sekuat kabut yang di terapkan di masa Al Malhamah. Rosulullah saw hanya mengatakan pembenaman di timur, timur di sini jelas menunjukan suatu arah dan isyarat. bagi saya dalam memahami kata timur dalam hadis tersebut harus di bawa kedalam konteks zaman dimana zaman tersebut terjadi pembenaman. mengingat zaman sekaranglah tanda tanda kiamat besar akan terjadi, maka dalam memahami kata timur harus atau setidaknya memahami kata timur menurut pribahasa yang umum mengenai kata tersebut (timur). karena itulah saya mengambil kesimpulan bahwa timur disini adalah JEPANG. karena ada suatu pribahasa bahwa 'Negeri Jepang' adalah Negeri Matahari Terbit. memang ini tidak serta merta bahwa jepanglah yang di maksudkan oleh hadis tersebut.


percaya atau tidak, saya menumukan indikasi yang lain, yang bisa menguatkan, mengenai apa yang saya katakan, bahwa Jepanglah yang di maksud oleh hadis tersebut. indikasi tersebut saya dapatkan dari manuskrip yang di ceritakan oleh isa dawud, dan ayat ayat injil yang ada sekarang ini. berikut ini adalah manuskrip yang saya ceritakan tadi, dan manuskrip ini menceritakan tentang negara negara yang akan hadir pada saat perang Al malhamah.

Posisi Matahari Ketika Terbit dari Barat

Posisi Matahari ketika terbit dari barat


Sekarang akan penulis bahas mengenai letak atau posisi matahari ketika terbit dari barat.

Jika kita lihat hadis hadis maka yang ada hanya kata kata dari barat dan dari tempat tenggelamnya. tidak di jumpai adanya keterangan yang lebih rinci, kecuali hanya kata dari barat dan dari tempat tenggelamnya. tetapi tidak sedikit bisa kita jumpai adanya setitik tanda yang bisa di jadikan bahan kajian, termasuk tema ini.


.....apabila matahari terbit dari barat, maka orang-orang pun melihatnya. lantas mereka beriman seluruhnya. maka itulah saat ketika iman seseorang tidak lagi bermanfaat bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu atau belum mengusahakan kebaikan dalam masa imanya.
[HR. Bukhari kitab Ar riqaq di kutip dari yaumul qiyamah hal oleh yusuf wabil]


Jika kita perhatikan 'Negeri Jepang' yang di juluki 'Negeri Matahari terbit', maka ini adalah pandangan yang relatif hanya saja pada umumya begitu. apakah pernah terbenak dalam hati kita, bahwa menurut bangsa Jepang manakah atau adakah menurut mereka negeri atau apapun sebutanya yang bisa dikatakan tempat terbitnya matahari. ada atau tidak yang mereka katakan yang jelas ketika melihat matahari terbit, tentu ada sesuatu yang bisa di katakan tempat terbitnya matahari, dan begitu pula negeri negeri yang lain. tetapi pandangan relatif ini sepertinya sudah menjadi pandangan yang bisa diterima secara umum bahwa apabila menyebut negeri matahari terbit, maka Jepanglah yang dimaksud.
seperti ini pula saya dapatkan dalam al qur'an surat al kahfi ayat 86 sampai ayat 90.

Misteri Sufyani Part 3

Misteri Sufyani Part 3

Masih mengenai tentang Kiamat, Kali ini penulis akan membahas tentang 'Misteri Sufyani'

Jila selama ini Sufyani di kaitkan dengan keberadaanya di Suriah, maka sekarang saya melihat adanya kemungkinan lain, bahwa Sufyani ini bukan di Suriah melainkan di Palestina.

Dalam Shahih Muslim hanya ada kabar bahwa Al-Mahdi datang dari arah Syam yang tengah di buru, dan akhirnya {dalam riwayat lain} di tenggelamkanlah pasukan yang memburu Al-Mahdi di antara Madinah dan Mekah. Syam di sini bila dalam konteks di Masa Rosulullah tentu mencakup empat negara, yaitu Palestina, Suriah, Libanon, dan Yordania. tentu saja dalam konteks sekarang berbeda jauh dengan masa di mana Rosulullah hidup. tentunya Syam di sini harus di pahami dalam konteks sekarang.

karena memang Nubuwat tersebut di tujukan untuk akhir zaman, dan insya Allah kita hidup dimasa tersebut, maka tentunya kita lihat Syam dalam konteks sekarang. karena Syam telah terpecah menjadi empat negara, maka tentunya kabar Al-Mahdi yang di buru dari arah Syam tersebut dari salah satu negara Syam tersebut. bila selama ini di prediksikan dari Suriah karena adanya riwayat-riwayat dhaif, baik itu saya pribadi atau pada umumnya para pengkaji tema ini, maka sekarang saya melihat adanya kemungkinan lain,yaitu Palestina. hal ini karena adanya beberapa indikator yang menyisakan tanda tanya. 

di antaranya,

Tanda Keimanan Seseorang

Tanda Keimanan Seseorang

Wahai Kaum Muslimina wal Muslimat marilah kita tingkatkan Iman dan Taqwa kita kepada Allah Azza wa Jalla , menolong agama-Nya dan selalu berbuat taat kepada-Nya agar Dia memberikan pertolongan dan pahala-Nya kepada kita. 

Allah Azza wa Jalla berfirman: 

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ 
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. 

[Al-Hajj/22:40-41]

Wahai kaum Muslimin, sesungguhnya iman itu tidak diperoleh hanya dengan berangan-angan, tidak pula dengan berhias secara fisik, akan tetapi iman adalah apa yang terukir dan tertanam di dalam hati. Dan bukti kejujuran iman itu adalah dengan mengerjakan berbagai ketaatan dan menjauhi berbagai maksiat. Setiap orang bisa mengaku seorang Muslim, bahkan lebih dari itu yaitu mengaku Mukmin. Setiap orang bisa mengucapkan asyhadu allâ ilâha illallâh wa asyhadu anna muhammadar rasûlullâh. Orang-orang munafik juga menyebut Allah Azza wa Jalla , padahal mereka berada di neraka yang paling dasar. 


Mereka datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengucapkan, “Kami bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah.” Mereka bersumpah kepada Nabi n dan para Sahabatnya bahwa mereka beriman kepada beliau, padahal sebenarnya mereka tidaklah demikian. Akan tetapi syahadat dan iman mereka tidaklah bermanfaat bagi mereka dan mereka berada di neraka yang paling bawah, di bawah orang-orang Musyrik, Atheis, Yahudi dan Nasrani. Karena syahadat dan iman mereka tidak bersumber dari keyakinan dan keimanan, tidak pula karena sikap menerima dan tunduk. 

Kenikmatan Dunia Bersifat Fana'

Kenikmatan Dunia Bersifat Fana'

Wahai kaum Muslimin, sesungguhnya setiap manusia telah melewati suatu masa, dimana pada waktu itu dia merupakan sesuatu yang belum bisa disebut. Kemudian Allah Azza wa Jalla menciptakan kita, menyempurnakan nikmat-nikmatnya, menghindarkan bencana, dan memberikan kemudahan, serta menjelaskan semua yang bermanfaat dan berbahaya bagi kita. Allah Azza wa Jalla menjelaskan bahwa manusia itu memiliki dua negeri, yaitu negeri yang dilalui dan negeri tempat menetap dan hidup abadi. Negeri yang dilalui adalah alam dunia ini. Negeri yang segala isinya memiliki kekurangan, kecuali yang bisa mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla. 

Sekiranya orang yang berakal mau berpikir sejenak, pasti dia akan mengetahui kadar dan kehinaannya serta tipudayanya. Dunia itu terlihat seperti fatamorgana. Orang yang kehausan mengira itu adalah air, padahal apabila dia mendekatinya, dia tidak akan memperoleh apa-apa. Dunia juga dihiasi dengan berbagai macam kemegahan dan sesuatu yang menggiurkan. 

Allah Hu Jallal berfirman:

إِذَا أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالْأَمْسِ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ 

Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab kami di waktu malam atau siang, lalu kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (kami) kepada orang-orang berfikir. 
[Yûnus/10:24]

Jadi, akhir dunia ini adalah ketiadaan dan kebinasaan. Keindahannya adalah petaka dan penyesalan. Inilah dunia. 

Menangislah Engkau Sebelum Menyesal

Menangislah Engkau Sebelum Menyesal



Pernahkah anda menangis -dalam keadaan sendirian- karena takut siksa Allah Azza wa Jalla ? ketahuilah, sesungguhnya hal itu merupakan jaminan selamat dari neraka. Menangis karena takut kepada Allah Azza wa Jalla akan mendorong hamba untuk selalu istiqâmah di jalan-Nya, sehingga akan menjadi perisai dari api neraka.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ حَتَّى يَعُوْدَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ وَلاَ يَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ

Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah sampai air susu kembali ke dalam teteknya. Dan debu di jalan Allah tidak akan berkumpul dengan asap neraka Jahannam.



MENGAPA HARUS MENANGIS?

..:: Perhatian !! terima kasih atas kunjungannya, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya by http://www.koarhan.blogspot.com dan blog ini setiap minggunya akan di update, Attention! thank you for visiting, do not forget to come back again and if you copy / paste please indicate the source by http://www.koarhan.blogspot.com and this blog will be updated every week::..