Minggu, 09 September 2012

Ketika Matahari Padam....

Matahari merupakan sebuah bintang, sama dengan bintang lainnya matahari juga memiliki masa hidup. Jika bahan bakar matahari habis, maka matahari kita pun akan berhenti melakukan reaksi nuklirnya.




Menurut peneliti, matahari kita akan mati sekitar 5 milyar tahun lagi. Sekarang mari kita kondisikan jika pada saat matahari akan mati masih ada keidupan manusia di Bumi.




Untuk dapat menghasilkan cahayanya sendiri dan bersinar matahari memiliki bahan bakar helium yang difusi menjadi helium di inti matahari. Matahari menghasilkan energinya dari reaktor nuklir alaminya di pusatnya di mana suhu di pusat matahari berkisar sekitar 14.000.000 °C dan bertekanan 1.000.000.000 atmosfir (tekanan di permukaan bumi sekitar 1 atmosfir). Dengan keadaan panas yang jauh di atas panas membara seperti itu reaksi nuklir fusi dapat terjadi di matahari. Reaksi nuklir yang terjadi di matahari adalah reaksi peleburan inti hidrogen menjadi inti helium. Nah, setiap detik 657.000.000 ton hidrogen diubah menjadi 652.500.000 ton helium. Perbedaan massa sebesar 4.500.000 juta ton yang hilang inilah yang diubah menjadi energi.



Jika hidrogen mulai menipis, inti matahari akan melakukan penekanan sehingga reaksi fusi yang dilakukan semakin intens. Hal ini berujung pada kematian bintang.




Proses kematian matahari mengakibatkan bencana global dalam beberapa tahapan.

Tahapan pertama



Pada tahap pertama suhu bumi menjadi 50-60 derajat celcius. Pada suhu yang seperti itu, pesawat akan susah lepas landas dan harus memiliki tenaga yang lebih kuat. Semua orang didunia akan kepanasan, tanaman akan mati, dan es dikutub akan mencair sehingga permukaan laut dunia akan naik 60 meter. Kota-kota yang berada dipinggir pantai akan tenggelam.


Tahapan Kedua