Sabtu, 20 April 2013

Ada Apa dengan Cicak ?


Ada Apa dengan Cicak


Pertanyaan dari:
   "Hanna"


Subject:
  "Cicak"


"Assalamu'alaikum wr. wb. ya habibana
salam sejahtera dan rahmat semoga di haturkan dari Allah kepada habib agar diberikan kemudahan dalam berdakwah ....amin
ya abna saggaf, disekitar rumah saya, banyak anak-anak laki-laki yang selalu membunuh cicak dengan jepretan dari lidi, saya meraasa risih dengan mereka lalu saya bertanya kepada mereka kenapa mereka membunuh cicak padahal cicak-cicak itu memakan nyamuk sehingga tidak ada nyamuk lagi dirumah namun mereka malah ngejawab ituadalah perintah rasululloh. saya jawab hah perintah rasululloh terus mereka jawab kata guru ane dahulu ketika nabi ibrahim dibakar dia malah meniup api jadi besar makanya kita bunuh.
yang saya tanyakan, apakah itu benar bib? bukanya cicak itu makhluk allah? bagaimana bisa?
mohon dijawab ya bib agar saya paham apa yang teman-teman saya katakan
Wassalamu'alaikum wr. wb."



Wa'alaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh

Semoga Allah Ta'ala memberikan kesehatan jasmani dan rohani yang selalu untuk semangat berkatifitas

Wahai Muslimah
Terimakasih kepada Hanna yang telah mengirim pertanyaan melalui e-mail . Semoga Pembahasan yang diberikan dapat memberikan hidayah dan  bermanfaat 

Cicak

Cicak merupakan binatang melata yang merayap di dinding dan selalu memakan nyamuk yang ada disekitar kita namun hewan kecil ini dicap oleh rasululloh saw sebagai fuwaisiqo. Apa itu Fuwaisiqo dan Mengapa Rasululloh saw menamainya dengan Fuwaisiqo 

Fuwaisiqo berarti si fasik yang kecil. 
Ada sebuah kisah bahwasanya ketika Rasululloh saw sedang melaksanakan sholat bersama para shohabatnya, Beliau saw tidak sengaja tiba-tiba cicak itu membuang hajatnya tepat diatas kepala padahal kotoran berupa tahi dan kencing cicak mengandung najis dan sangat bau oleh karenanya cicak dinamakan dengan fuwaisiqo


Ada sebuah kisah juga dari Rasululloh saw mengenai ketika Nabi Ibrohim dibakar oleh Raja Namrud


عَنْ أُمِّ شَرِيكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَقَالَ كَانَ يَنْفُخُ عَلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَام


Dari Ummu Syarik radiallahu 'anha bahawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Dan Beliau bersabda: "Dahulu cicak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Ibrahim 'Alaihissalam." (Hadis Sahih Riwayat Bukhari)

Allah Ta'ala Berfirman dalam Surat Ash-Shoffaat ayat 97

قَالُوا ابْنُوا لَهُ بُنْيَاناً فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ
mereka berkata: "Binalah untuk Ibrahim sebuah tempat, kemudian campakkan dia ke dalam api yang menjulang-julang itu". (Surah As-Saaffaat, Ayat 97)

Dalam kejadian itu, masa yang sangat singkat mereka mengumpulkan kayu bakar yang sangat banyak kemudian Nabi Ibrohim as disakiti kedalam api yang menjulang tinggi melalui alat pelontar peluru dalam keadaan terikat. Sebelum disakiti Nabi Ibrohim berdo'a

لَا اِلَهَ اِلَّا اَنْتَ سُبْحَانَكَ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الْمُلْكُ لَا شَرِيْكَ لَكَ
Tiada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, Tuhan semesta alam, segala puji bagiMu, segala kerajaan hanya bagiMu, tiada sekutu bagiMu.

Allah Ta'ala Berfirman dalam Surat Al-Ankabut ayat 24

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَن قَالُوا اقْتُلُوهُ أَوْ حَرِّقُوهُ فَأَنجَاهُ اللَّهُ مِنَ النَّارِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Kemudian, seruan Nabi Ibrahim tidak dijawab oleh kaumnya melainkan dengan kata-kata (tentangan yang keras): "Bunuhlah dia atau bakarlah dia". Maka Allah selamatkan Nabi Ibrahim dari api (yang disediakan oleh kaumnya). Sesungguhnya peristiwa yang demikian, mengandungi tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) bagi kaum yang (mahu) beriman. (Surah Al-'Ankabut: 24)

Allah Azza wa Jalla berfirman dalam Surat Al-Anbiyya ayat  68-70
قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِن كُنتُمْ فَاعِلِينَ (68) قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ (69) وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَخْسَرِينَ (70
mereka berkata: "Bakarlah Dia dan belalah tuhan-tuhan kamu, jika betul kamu mahu bertindak membelanya!". Kami berfirman: "Hai api, Jadilah Engkau sejuk serta Selamat sejahtera kepada Ibrahim! "dan mereka (dengan perbuatan membakarnya itu) hendak melakukan angkara Yang menyakitinya, lalu Kami jadikan mereka orang-orang Yang amat rugi, (kalah Dengan hinanya). (Surah Al-Anbiya':68-70)

Menurut Riwayat Nabi Ibrohim dibakar selama 40-50 hari

Sesungguhnya Rasulullah pernah memberitahu kami bahwa tatkala Ibrahim as dilemparkan ke dalam api tak satu pun binatang di bumi saat itu kecuali dia akan memadamkannya kecuali cecak yang meniup-niupkan apinya. Maka Rasulullah saw memerintahkan untuk membunuhnya.”  (HR Ibnu Majah)

ada sebuha kisah mengenai perjalanan rasululloh bersama abu bakar ash-shodiq ke jabbal tsur. Beliau berlindung di Jabbal Tsur dari kejaran Kafir Quroisy yang hendak membunuh nabi namun ketika bersembunyi, cicak bersuara  keras dan nyaring serta menggema seluruh gua. Mendengar cicak bersuara keras Kafir Quroisy yakin bahwa Nabi saw berada didalam Gua namun untungnya ketika mereka melihat pintu gua terdapat sarang laba-laba, mereka tidak percaya. kalau orang masuk kegua itu pastilah sarnag tersebut rusak. 
Maka loloslah Nabi Muhammad dan para shohabatnya bersembunyi. Maka dari itu, cicak disunnahkan untuk dibunuh

Mengenai Hukum membunuh cicak
Nabi Saw bersabda
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَتَلَ وَزَغَةً فِي أَوَّلِ ضَرْبَةٍ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً وَمَنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّانِيَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً لِدُونِ الْأُولَى وَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّالِثَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً لِدُونِ الثَّانِيَةِ
Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya; Telah mengkhabarkan kepada kami Khalid bin 'Abdullah dari Suhail dari Bapanya dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang membunuh cicak tokek/gecko (وَزَغَةً) satu kali pukul, maka dituliskan baginya pahala sebanyak begini dan begini kebaikan. Dan barang siapa yang membunuhnya dua kali pukul, maka dituliskan baginya pahala sebanyak begini dan begini kebaikan berkurang dari pukulan pertama. Dan siapa yang membunuhnya tiga kali pukul, maka pahalanya kurang lagi dari itu." (HR Muslim)


Telah menceritakan kepada kami (Hasan), telah menceritakan kepada kami (Zuhair) dari (Suhail bin Abu Shalih), dari (Bapak nya), dari (Abu Hurairah), bahwasanya dia berkata; Nabi Muhammad Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa (Seorang Muslim) yang membunuh cicak dalam pukulan pertama, maka dia akan mendapatkan sekian dan sekian kebaikan. Dan barangsiapa yang membunuh cicak dalam pukulan kedua, maka dia mendapatkan sekian dan sekian kebaikan. Dan barangsiapa yang membunuh cicak dalam pukulan ketiga, maka dia mendapatkan sekian dan sekian kebaikan.”. Ibnu Suhail berkata: “Sekali pukulan adalah yang paling banyak pahalanya!”. (Hadits Shahih Riwayat Musnad Ahmad)

Rasulullah bersabda : ”Barangsiapa membunuh cecak maka pada awal pukulannya baginya ini dan itu satu kebaikan. Barangsiapa yang membunuhnya dalam pukulan kedua maka baginya ini dan itu satu kebaikan yang berbeda dengan yang pertama. Jika dia membunuhnya pada pukulan ketiga maka baginya ini dan itu kebaikan yang berbeda dengan yang kedua.” 
(HR Shahih Muslim, Sunan Abu Daud dan Jami’ at Tirmidzi dari Abu Hurairoh)


Namun demikian bukan berarti setiap kali kita melihat cicak harus dibunuh karena perintah rasululloh. Membunuh cicak itu hukumnya sunnah dilakukan dan tidak harus wajib

Imam Suyuthi menyebutkan didalam “al Asbah an Nazhoir” bahwa Binatang-binatang itu terbagi menjadi empat macam :
1. Binatang yang didalamnya terdapat manfaat dan tidak berbahaya maka ia tidak boleh dibunuh.
2. Binatang yang mengandung bahaya didalamnya dan tidak bermanfaat maka dianjurkan untuk dibunuh seperti : ular dan binatang-binatang yang berbahaya.
3. Binatang yang mengandung manfaat didalamnya dari satu sisi namun berbahaya dari sisi lainnya, seperti : burung elang maka tidak dianjurkan dan tidak pula dimakruhkan untuk membunuhnya.
4. Binatang yang tidak mengandung manfaat didalamnya dan tidak pula berbahaya, seperti : ulat, serangga sejenis kumbang maka tidaklah diharamkan dan tidak pula dianjurkan untuk membunuhnya. (Al Asbah an Nazoir juz II hal 336)
Nah itulah indahnya Islam, walaupun cicak disunnahkan untuk dibunuh oleh setiap kaum Muslim, tetapi tetap saja, ummat Islam diharamkan untuk berlaku zhalim dan kejam terhadap semua makhluk termasuk cicak.

Sekali pukulan yang dapat mematikan bagi sang cicak, maka pahalanya sangat besar daripada pukulan berikutnya yang selalu mengurangi pahala dari membunuh cicak.
Apalagi pada pukulan keempat dan sebagainya, maka pahala kita menjadi nol, malah yang ada mungkin kita menjadi dosa karena telah menganiaya cicak.

Cara yang benar untuk membunuh cicak adalah dengan menggenggam tubuhnya, kemudian kepalanya diletakkan di antara jari telunjuk dan jempol, setelahnya itu, tekan kepalanya dengan keras. Ingat, jangan disiksa!


Bagi yang tidak ingin mengamalkannya silahkan, tapi sebagai seorang muslim kita harus mengimani bahwa cicak adalah binatang yang dianjurkan untuk dibunuh, karena sumbernya langsung dari hadits Rosululloh dan shahih.


Sikap yang tepat  dalam memahami perintah Rasululloh adalah sikap sami'na wa atho'na (tunduk dan patuh sepenuhnya)


Wallahu A'lam Bish-showwab


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

..:: Perhatian !! terima kasih atas kunjungannya, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya by http://www.koarhan.blogspot.com dan blog ini setiap minggunya akan di update, Attention! thank you for visiting, do not forget to come back again and if you copy / paste please indicate the source by http://www.koarhan.blogspot.com and this blog will be updated every week::..