Minggu, 06 Mei 2012

Luasnya Rahmat Allah


Luasnya Rahmat Allah


mengkaji masalah ini di harapkan sudah melihat penjelasan saya pada kajian
Saat-nya matahari terbit dari baratperlu disadari bahwa pendapat yang pada umumnya menganggap keluarnya dajjal sebagai tanda kiamat yang pertama kali keluar itu bertentangan dengan pernyataan rosulullah yang menjelaskan bahwa tanda kiamat yang pertama kali keluar ialah terbitnya matahari dari barat. Hadis ini ada dalam shahih muslim

kita semua tau bahwa pada umumnya para ulama menolak berdalil terbitnya matahari dari barat sebagai tanda kiamat yang pertama kali terjadi karena dengan terbitnya matahari dari barat menutup pintu tobat, sedangkan nantinya nabi isa akan turun dan akan mengajak ahli kitab untuk beriman. Karena inilah beliau beliau menolak bahwa terbitnya matahari dari barat adalah tanda kiamat yang pertama kali terjadi.

tetapi sebaliknya pendapat yang meyakini terbitnya matahari dari barat sebagai tanda kiamat yang pertama kali terjadipun konsukwensinya sudah jelas, yaitu kontra diktif dengan tanda berikutnya, yaitu seperi yang Allah firmankan. Bahwasanya tak seorangpun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematianya.

kedua pendapat tersebut pada dasarnya mempunyai alasan yang sama sama kuat. Tak mungkin pendapat pertama mengikuti pendapa kedua, bagaimana bisa diterima terbitnya matahari dari barat yang denganya menutup pintu tobat dapat di selaraskan dengan tanda berikutnya, yaitu turunya nabi Isa yang akan mengajak ahli kitab untuk beriman. Begitu juga pendapat yang kedua tak mungkin mengikuti pendapat yang pertama, karena Rosulullah telah bersabda, bahwa tanda kiamat yang pertama kali keluar ialah terbitnya matahari barat.

sejauh apa yang saya pahami, sepertinya pendapat kedua belum bisa menjawab atau mengurai keruwedan dalil dalil yang bisa mematahkan pendapa yang pertama. Sedangkan sebagian ulama yang berpegang pada pendapat pertama menakwilkan bahwa terbitnya matahari dari barat sebagai tanda pertama membawa makna yang terkandung dalam hadis tersebut sebagai tanda yang pertama yang menggambarkan perubahan pada alam atas/dilangit. Sedangkan keluarnya dajjal sebagai tanda kiamat yang pertama yang menggambarkan perubahan alam bawah/dibumi. Itulah yang di pahami oleh al-hafidz dalam kiabnya al fath

perlu diketahui, perlu dipahami dan perlu disadari bahwa pendapat yang menganggap keluarnya dajjal sebagai tanda kiamat yang pertama kali terjadi juga tak lepas dari kontradiktif sebagaimana kontradiktifnya pendapat yang meyakini terbitnya matahari dari barat sebagai tanda kiamat ang pertama kali terjadi. Jika pendapat kedua dikatakan mustahil sebagai tanda kiamat yang pertama di sebabkan tertutupnya pintu tobat ketika terbitnya matahari dari barat sedangkan dikemudian harinya nabi Isa akan mengajak ahli kitab untuk beriman, maka hal yang semakna juga terjadi pada pendapat yang pertama. Coba perhatikan hadis berikut.

dari Abu hurairah, ia berkata, Rosulullah bersabda: 'ada tiga perkara yang apabila terjadi, maka tidaklah bermanfaat iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau belum mengusahakan kebaikan dalam imanya; yaitu terbitnya matahari dari barat,dajjal, dan keluarnya binatang dari dalam bumi. Shahih Muslim kitab Iman

coba anda perhatikan dan pahami hadis tersebut. Rosulullah telah menjelaskan bahwa tertutupnya pintu tobat bukan hanya karena terbitnya matahari dari barat saja, tetapi juga karena keluarnya dajjal dan binatang dari dalam bumi. Itu artinya, kalaupun anda mengikuti pendapat yang menganggap keluarnya dajjal sebagai tanda kiamat yang pertama kali terjadi, maka itupun sudah tertutup pintu tobat. Lalu bagaimana anda menyelaraskan dengan hadis hadis yang lain, semisal turunya nabi Isa yang akan mengajak ahli kitab untuk beriman? Sedangkan keluarnya dajjal itu telah menutup pintu tobat seperti yang Rosulullah jelaskan.

lalu manakah pendapat yang benar? Seperti yang telah saya jelaskan pada kajian saatnya matahari terbit dari barat, bahwa pendapat yang benar dan pasti di dukung oleh pernyataan Rosulullah adalah pendapat yang meyakini terbitnya matahari dari barat adalah tanda kiamat yang pertama kali keluar atau terjadi.
sedangkan mengenai turunya nabi Isa setelah terbitnya matahari dari barat yang akan mengajak ahli kitab untuk beriman sedangkan telah terutup pintu tobat, maka hal ini tidak seperti apa yang selama ini kita pahami dalam memahami nash nash yang mutlak. Tidak semua nash nash yang mutlak berarti maknanya mutlak tanpa batas. Sebagai contoh tentang ayat ayat yang menjelaskan kekekalan penghuni surga atau neraka, maka dalam ayat ayat yang lain dapat kita jumpai adanya ayat ayat yang menjelaskan ayat ayat yang sifatnya mutlak tanpa batas. Jika kita sering menjumpai adanya ayat ayat atau hadis yang menjelaskan kekekalan penghuni neraka, maka dalam ayat yang lain Allah menerangkan kekekalan disini ada batasnya.

adapun orang orang yang celaka, maka (tempatnya) didalam neraka, didalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih)
mereka kekal didalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika tuhanmu mengehndaki (yang lain). Sesungguhnya tuhanmu maha pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki. Al-qur'an surat huud ayat 106-107

bila kita perhatikan ayat 106 Allah mengabarkan bahwa orang yang celaka dalam konteks mutlak. Artinya orang yang masuk neraka pasti celaka, baik berbuat dosa besar atau dosa kesirikan. Tapi bila melihat ayat yang selanjutnya maka ayat tersebut menjelaskan bahwa yang di maksud ayat sebelumnya adalah dosa kekufuran. Ternyata ayat 107 ini juga menjelaskan ayat ayat yang lain atau hadis hadis yang lain yang hanya sekedar menjelaskan kemutlakan hukuman suatu dosa kekufuran. Artinya ayat ayat atau hadis hadis yang hanya menjelaskan hukuman suatu dosa kekufuran yang disifati suatu hukuman yang dikatakan selama lamanya di jelaskan dalam ayat ini selama adanya langit dan bumi. Atau dengan kata lain ayat 107 surat hud ini menjelaskan ayat ayat atau hadis hadis yang bersifat mutlak.

contoh kedua dari Aisyah...... Malam dn siang ini tidak akan lenyap sehingga laataa dan uzza disembah (kembali). Kemudian Aisyaah berkata; 'wahai Rosulullah, sesungguhnya aku sebelumnya menduga ketika Allah menurunkn ayat, Dialah yang mengutus Rosulnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkanya diatas segala agama meskipun orang-orang musyrik benci (QS. Asaff: 9) bahwa kemenangan agama ini sudah sempurna'. Maka beliau bersabda: 'sesungguhnya hal itu akan berlangsung selama yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengirimkan angin yang baik lalu mencabut nyawa siapa saja yang didalam hatinya terdapat iman walaupun sebesar biji sawi, dan yang tersisa tinggal orang orang yang tidak memiliki kebaikan sama sekali, sehingga mereka kembali kepada agama nenek moyang mereka. Shahih muslim

coba perhatikan apa yang dipahami Aisyah ketika Rosulullah bersabda bahwa siang dan malam tidak akan lenyap sehingga laataa dan uzza disembah kembali, bahwasanya Aisyah memahami surat Ash saff ayat 9 itu bermakna mutlak. Mendengar apa yang dikatakan Aisyah tersebut, beliau tidak menyalahkan dan justru membenarkanya dengan penjelasan bahwa apa yang terkandung dari ayat tersebut memang mutlak maknanya, 'SESUNGGUHNYA HAL ITU AKAN BERLANGSUG SELAMA APA YANG ALLAH KEHENDAKI' dan selama apa yang Allah kehendaki itu akan berakhir ketika diutusnya angin yang akan mencabut nyawa setiap orang ang masih memiliki iman walau hanya sebesar biji sawi. Dan setelah masa ini manusia akan kembali ke agama nenek moyang mereka dan mereka akan berzina seperti halnya keledai di jalan jalan, dan yang terbaik di antara mereka adalah yang berkata pada mereka yang berzina agar melakukan hal itu di balik tembok seperti yang dijelaskan dalam hadis hadis yang lain.

dari kedua contoh tersebut dapat diambil suatu pelajaran atau kesimpulan yang dapat diterapkan untuk menguraikan kekontradiktifan tentang tanda besar kiamat yang pertama kali terjadi. Maka dari itu terbitnya matahari dari barat adalah tanda kiamat besar yang pertama kali, dan makna yang terkandung dari konsukwensi tanda itu sifatnya mutlak dengan batasan. Dan batasan tersebut akan berakhir ketika nabi Isa turun dan telah membinasakan dajal. Inilah kesimpulan di ambil dari kedua contoh diatas, dan andai tanpa ada hadis dari Aisyah tersebut, maka sudah pasti adanya hadis hadis yang menerangkan tentang kembalinya manusia menyembah berhala setelah diutusnya angin tersebut, seperti yang di sebutkan dalam hadis hadis shahih yang lain dan ini sudah maklum dikalangan pengkaji masalah akhir zaman.

oleh karena itu turunya nabi Isa setelah terbitnya matahari dari barat adalah suatu kepastian, karena hadis hadisnya shahih dan kesulitan sebagian kita selama ini tak akan terjadi bila mengambil pelajaran dari dari firman Allah dalam surat hudd tersebut dan kisah Rosulullah dalam menjelaskan apa yang di pahami Aisyah mengenai surat ash shaff yang mutlak maknanya. Oleh karena itu tetutupnya pintu tobat oleh karena terbitnya matahari dari barat yang mutlak maknanya dibatasi sifatnya dan ini berakhir ketika nabi Isa telah membinasakan dajjal. Itu artinya setelah terbitnya matahari dari barat manusia dapat beriman kembali kecuali yang telah dipastikan sebagai penghuni neraka/kafir. Berikut ini penjelasanya.

sudah pasti dari hadis hadis yang shahih bahwasanya ketika telah terbit matahari dari barat, maka pada waktu duha Allah akan mengutus binatang dari dalam bumi yang dapat berbicara layaknya manusia, yang akan mengatakan kepada manusia bahwasanya manusia tidak yakin akan ayat ayat Allah. Allah berfirman mengeni binatang tersebut
dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia tidak yakin kepada ayat ayat kami. (QS.An-Naml:82)

ayat yang mulia ini cakupan interaksinya umum, artinya binatang itu tidak hanya akan datang pada satu wilyah tertentu saja, misalnya arab saudi. Walaupun mungkin tidak ada hadis yang shahih yang menjelaskan aktifitas binatang itu di negeri negeri yang lain selain arab saudi. Mungkin karena inilah yusuf wabil sepertinya mengingkari adanya aktifitas selain di saudi, karena memang hadis hadis yang menjelaskan aktifitas binatang itu selain di saudi hadis hadisnya dhaif. bisa juga memahaminya seperti halnya pada surat huud dan apa yang rosulullah jelaskan pada Aisyah, walupun yusuf wabil tidak menyadarinya. Tapi itulah kenyataanya, bahwasanya pendapat beliau yang diambil dari hadis yang shahih membatasi apa yang terkandung dari ayat diatas/An-Naml.

oleh karena itulah, bahwasanya binatang itu tidak akan mencap dahi setiap orang yang kafir oleh karena terbitnya matahari dari barat. Begitu pula binatang itu tidak akan mengusap wajah setiap orang mukmin atau muslim setelah terbitnya matahari dari barat.

andaipun memang tidak ada hadis hadis yang shahih yang menjelaskan aktifitas bintang itu selain di arab saudi, maka hal ini tidak menutup kemungkinan adanya aktifitas selain di negeri itu. Karena ayat An-naml tersebut sifatnya umum, meski demikian itu tidak menunjukan bahwa binatang itu akan mencap dan mengusap setiap manusia.

maka dari itu orang yang telah kafir dengan kekafiran absolute (telah dicap dahinya oleh binatang itu), andaipun diberi umur dan menjumpai dakwah nabi Isa yang akan mengajak orang kafir untuk masuk islam, maka mereka mereka yang telah dicap dahinya sebagai lambang kekufuran didunia tidak akan diterima kembali keislamanya.

sedangkan orang yang tidak di cap dahinya atau tidak di usap wajahnya tidak menjamin dia bakal selamat dari kekufuran walaupun telah melihat tanda kebesaran tuhan (terbitnya matahari dari barat). Alasanya ada sebuah hadis yang memiliki indikasi yang cukup yang menceritakan peperang dengan kaum kafir dimana sepertiga pasukan muslimin akhirnya murtad. Hadisnya ada pada pembahasan almalhamah. Dalam hadis tersebut dikisahkan bahwa datang pasukan kafir untuk memerangi kita. lalu datanglah pasukan kita dari madinah yang di katakan dalam hadis PASUKAN TERBAIK PADA SAAT ITU. Akhirnya mereka berperang dan sepertiga dari pasukan kita akhirnya murtad, sepertiga lagi syahid dan sisanya memenangkan peperangan tersebut dan merekalah yang akan menaklukan konstantinopel. Penaklukan konstantinopel ini terjadi ketika dajjal telah keluar dan bahkan di masa masa akhir kehidupan dajjal, yang mana pada saat itu dajjal sudah ada di dunia arab tau bahkan disyam, Tempat kebinasaan dajal. Maka dari itu peperangan yang terjadi antara pasukan dari madinah dan kaum kafir terjadi pada masa dajjal, dan tentunya setelah terbitnya matahari dari barat serta keluarnya binatang dari dalam bumi. Oleh karena mereka kafir setelah terbitnya matahari dari barat, maka indikasinya tidak semua semua kaum muslimin akan diusap wajahnya.

maka dari itu dapat disimpulkan bahwa orang yang kafir setelah terbitnya matahari dari barat tidak semuanya akan di cap dahinya sebagai kekafiran yang absolute. Maka mereka mereka yang telah menerima kabar buruk berupa dicap dahinya tidak akan dapat lagi merasakan manisnya iman, andai mereka menjumpai dakwah nabi Isa. Seandainya mereka mereka dapat kembali beriman, niscaya mereka mereka tidak akan di cap dahinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

..:: Perhatian !! terima kasih atas kunjungannya, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya by http://www.koarhan.blogspot.com dan blog ini setiap minggunya akan di update, Attention! thank you for visiting, do not forget to come back again and if you copy / paste please indicate the source by http://www.koarhan.blogspot.com and this blog will be updated every week::..